Sarolangun,Bacajambi.id 30 Agustus 2026 Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, mengeluarkan ultimatum tegas kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap personel Yonif TP 896/Serumpun Pseko. Insiden tersebut terjadi saat anggota TNI tengah melaksanakan tugas pengamanan di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Ultimatum itu disampaikan dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun bersama para Temenggung Suku Anak Dalam (SAD), yang digelar di Kantor Desa Bukit Suban, Sabtu (29/8/2026).
Rapat tersebut membahas langkah penyelesaian atas konflik yang melibatkan kelompok SAD, personel Yonif TP 896/Serumpun Pseko, serta pihak PT SAL.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sarolangun Geri Trisatwika, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Danbrigif TP 35/Siginjai Kolonel Inf Sutaji, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, Danyon TP 896/Serumpun Pseko Letkol Inf Mansyur Her Alam, unsur Forkopimda, pihak perusahaan, para Temenggung, serta tokoh SAD.
Dalam pemaparannya, Kapolres menjelaskan bahwa permasalahan bermula dari dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang kemudian berkembang menjadi insiden kekerasan terhadap personel TNI.
Berdasarkan hasil pendalaman awal, terdapat sekitar 20 orang yang diduga terlibat, terdiri dari 19 warga SAD dan satu orang non-SAD.
Kapolres meminta para Temenggung untuk berperan aktif menghadirkan pihak-pihak yang diduga terlibat agar bersikap kooperatif dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum dalam waktu 1×24 jam.
“Apabila tidak kooperatif, kepolisian akan melakukan upaya pencarian serta penegakan hukum sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga mengimbau para Temenggung agar meningkatkan pembinaan terhadap anggota kelompoknya guna mencegah terulangnya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa penyelesaian masalah dilakukan melalui koordinasi, komunikasi, serta penegakan hukum sesuai ketentuan. Semua pihak juga berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif, serta menghindari aksi balasan maupun provokasi yang berpotensi memicu konflik lanjutan.
Sementara itu, Satreskrim Polres Sarolangun akan terus melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak non-SAD dan dugaan adanya penadah TBS.
Para Temenggung menyatakan kesiapannya untuk membantu proses penyelesaian, melakukan pembinaan internal, serta menyampaikan hasil rapat kepada anggota masing-masing.
Rapat berakhir sekitar pukul 22.15 WIB dan dilanjutkan dengan pembuatan video testimoni oleh para Temenggung. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah tersebut terpantau aman dan kondusif.
(Jtx)











