• Hubungi Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
Minggu, Oktober 11, 2026
Bacajambi.id
  • Login
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Bacajambi.id

Harapan di Tengah Puing Kebakaran, Pramuka Tanjab Timur Salurkan Bantuan Rp152 Juta

R3daksi by R3daksi
30 Agustus 2026
in TANJAB TIMUR
0
Harapan di Tengah Puing Kebakaran, Pramuka Tanjab Timur Salurkan Bantuan Rp152 Juta

BACA JAMBI — Api boleh melalap rumah dan menghanguskan harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun. Namun, harapan untuk bangkit tak boleh ikut padam.

Semangat itulah yang terlihat di tengah musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Lagan Tengah dan Kelurahan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

READ ALSO

Rp90 Miliar untuk Jalan Tanjab Timur, Buah dari Bupati yang Tak Henti Mengetuk Pintu Pusat

Kemarau Berkepanjangan, Bupati Dillah Larang Camat Tinggalkan Wilayah: Wajib Siaga Hadapi Karhutla dan Kebakaran Permukiman

Rumah tempat berlindung hangus terbakar. Harta benda pun lenyap dalam waktu singkat. Di tengah kepedihan tersebut, kepedulian dan semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat mulai bermunculan.

Salah satunya datang dari Gerakan Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Tanjab Timur bersama seluruh Kwartir Ranting (Kwaran), donasi digalang untuk membantu para korban. Dari gerakan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp152.139.000.

Dana tersebut kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan material bangunan dan bantuan konsumtif, sesuai dengan kondisi kerusakan yang dialami para korban.

Penggalangan dana dilakukan secara gotong royong oleh Kwaran Sadu, Mendahara, Nipah Panjang, Geragai, Rantau Rasau, Muara Sabak Barat, Berbak, Muara Sabak Timur, Kuala Jambi, serta Kwarcab Tanjab Timur.

Bantuan untuk Korban di Lagan Tengah

Di Desa Lagan Tengah, bantuan difokuskan untuk membantu warga kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Sebanyak 32 kodi seng disalurkan untuk delapan rumah terdampak. Masing-masing rumah menerima empat kodi seng.

Selain material bangunan, sebanyak 12 korban juga memperoleh bantuan konsumtif masing-masing sebesar Rp2,9 juta.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi para korban untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Korban Nipah Panjang Juga Mendapat Bantuan

Kepedulian serupa diberikan kepada korban kebakaran di Kelurahan Nipah Panjang.

Sebanyak 11 rumah menerima bantuan material berupa total 44 kodi seng, dengan masing-masing kepala keluarga memperoleh empat kodi seng.

Bagi korban dengan kondisi rumah rusak berat, diberikan bantuan konsumtif sebesar Rp2,9 juta.

Sementara itu, tiga kepala keluarga dengan kondisi rumah rusak sedang mendapatkan bantuan rehabilitasi sebesar Rp1 juta dan bantuan konsumtif Rp1 juta.

Sedangkan satu kepala keluarga dengan kondisi rumah rusak ringan memperoleh bantuan perbaikan sebesar Rp500 ribu serta bantuan konsumtif Rp1 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan masing-masing rumah, sehingga bantuan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

Bukan Sekadar Seng dan Uang

Bagi korban kebakaran, bantuan tersebut bukan sekadar seng, uang, atau material bangunan.

Di balik bantuan itu ada pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Desi, salah seorang korban kebakaran, mengaku bersyukur atas kepedulian yang diberikan Gerakan Pramuka Tanjab Timur.

Menurutnya, perhatian dan bantuan dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi para korban untuk kembali bangkit setelah kehilangan banyak hal akibat musibah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya untuk membantu memperbaiki rumah, tapi juga memberikan semangat bagi kami untuk kembali bangkit dan memulai kehidupan.”

Bupati: Pramuka Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

Sementara itu, Kamabicab Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Bupati Dillah Hikmah Sari, mengamanahkan seluruh lini organisasi agar tetap solid dan kompak dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Organisasi dan berbagai elemen masyarakat juga diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Kita harus terus solid dan kompak ketika masyarakat membutuhkan. Setiap organisasi diharapkan memiliki peran dalam membantu sesama, terutama saat masyarakat tertimpa musibah dan bencana.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Pramuka Tak Ingin Berhenti pada Seremonial

Kepala Kwarcab Pramuka Tanjung Jabung Timur, Ulfi Rahmad, menegaskan bahwa keberadaan Pramuka tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial maupun sekadar simbol organisasi.

Menurutnya, Pramuka harus mampu hadir dan memberikan manfaat nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan maupun musibah.

“Pramuka bukan hanya simbol. Pramuka harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan. Inilah bentuk nyata kepedulian kita. Apa yang kita kumpulkan memang tidak akan menggantikan seluruh kerugian korban, tetapi setidaknya bisa meringankan beban dan memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit.”

Ulfi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Kwaran yang telah bergerak menggalang bantuan dari masyarakat dan lingkungan masing-masing.

Menurutnya, terkumpulnya donasi hingga lebih dari Rp152 juta menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan besar ketika masyarakat menghadapi musibah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kwaran dan para pengurus yang sudah bekerja keras. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi hasil gotong royong. Semoga apa yang kita lakukan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah.”

Ulfi berharap semangat kepedulian tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari gerakan Pramuka di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sebab, bagi para korban kebakaran, yang mereka butuhkan bukan hanya bantuan untuk membangun kembali rumah, tetapi juga keyakinan bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli.

Rumah mungkin hangus dilalap api. Harta benda mungkin hilang dalam sekejap. Namun, selama kepedulian dan gotong royong tetap menyala, harapan untuk bangkit akan selalu ada. (Wahyu)

Next Post
Kapolres Sarolangun Ultimatum Terduga Pelaku Pemukulan Anggota TNI, Diberi Waktu 1×24 Jam untuk Menyerahkan Diri

Kapolres Sarolangun Ultimatum Terduga Pelaku Pemukulan Anggota TNI, Diberi Waktu 1x24 Jam untuk Menyerahkan Diri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pasang Iklan

© 2023 BacaJambi.ID

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN

© 2023 BacaJambi.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In